Introduction : Ranger Ijo

By Payjo

180px-greenranger.jpg

“Tommy!!”

Sial! Koq malah sekarang? Kenapa tidak nanti saja?

“Ini sudah kesekian kalinya kamu nggak nyetor uang keamanan, mana!!?” Suara cempreng Skullk. Pasangan abadi tanpa terpisah dari sosok buncit nan membahana (haiyah) Bullk. Dua pecundang pemimpi.

Hey, Tommy kan si Ranger Ijo yang gagah perkasa nan tampan? Kenapa kalah oleh 10 -Skullk dengan perawakan seperti angka satu sementara yang lainnya angka 0- pecundang berkentut sangat bau ini?

Karena hidup ini absurd dan paradoks –baik, jujur itu kata-kata yang hanya berusaha memperlihatkan si penulis berintelektual tinggi tanpa tahu artinya koq-. Dan tentu saja karena, si Tommy tidak mengikuti skenario yang biasa.

“Tidakkah kamu ingin belajar dengan rasa aman dan damai Tomm? Makanya jangan sekali-kali telat atau sampai lupa memberi jatah kami setiap hari. Atau kamu ingin saya hadapkan ke Mbak Rita, hah??!”. Suara Bullk dengan semburan air liur yang keluar ketika berbicara.

“Bukannya saya lupa teman-teman, tapi tugas dari Alpha kadang menyita waktu saya. Di tambah lagi tugas piket membersihkan tabung tempat Zordon berendam setiap hari”. Dan ini jujur.

“Dan kami percaya, huh?” Ujar mereka tidak mau tahu.

Menjadi Rangers bukanlah sebuah anugerah yang harus selalu disyukuri. Kadang juga menyebalkan. Pernah dipaksa menghentikan kenikmatan mengejan ketika pup karena harus segera mengusir monster-monster di kota? Saya pernah. Dan percayalah, itu sangat menyebalkan.

Di tambah lagi dengan kewajiban harus memakai kostum ketat nan melekat yang panas. Saya sendiri tidak suka lekuk-lekuk tubuh saya dinikmati sembarangan orang. Muhrim saja bukan koq!.

Dan Rp.15.000 jatah makan dikantin harus melayang pagi ini. Bayangan pecel lele harus rela digantikan nasi uduk dengan lauk bakwan satu potong.

Melawan saja kedua begundal dengan memakai kekuatan Rangers Ijo yang saya punya? Itu diharamkan kawan.

Entahlah apa Rangers-Rangers yang lain suka akan tugas mereka sebagai pahlawan berpakaian ketat. Toh saya baru di banding mereka. Baru dua bulan tapi yang tertampan.

Ranger Ijo, Tommy Out!!

10 Tanggapan ke “Introduction : Ranger Ijo”

  1. Payjo Berkata:

    Hi

  2. dhez-si-ranger-kuning Berkata:

    Eh-hem.

    Buatlah mereka mengerti..
    Apa yang kau lakukan..
    Tapi jangan sampai merubah diri jadi egois..

    *Ranger Kuning sotoy*

  3. niez-nya adit Berkata:

    *Ranger Merah mode ON*

    harusnya kamu bersikap lebih bijaksana dalam menghadapi tugas2 itu. kamu sudah bersedia menjadi ranger, harusnya kamu bisa menerima segala konsekuensinya. apapun kegiatanmu harus kamu atur dengan baik. manajemen waktu itu penting.

    tetaplah bersemangad Ranger Ijo !! Masih banyak kejahatan yang harus kita tumpas dari muka bumi ini…

    *Ranger Merah mode OFF*

  4. adit-nya niez Berkata:

    Lha, kayakna yg paling semangad tuh ranger ijo deh… :mrgreen:

    Yuk, konco2nya mbak Rita masih banyak tuh…

  5. Payjo Berkata:

    Asyemmm, celana saya di culik Goldar pas pup di WC umum. Siyaaaaallllll

  6. adit-nya niez Berkata:

    Wakakaka… Si JO aneh2 ja… :lol:

  7. Kyu Berkata:

    jah ga pek celana dunk jo?? hu.. seksi…

  8. Siluet Diri… | praditya.dot.net Berkata:

    [...] Sama halnya dengan diri yang terkadang memiliki topeng, diri ini mungkin juga memiliki “siluet”. Hidup memang penuh dengan segala pernak-perniknya yang terkadang diisi dengan intrik siluet ini. Dan di setiap jiwa pastilah ada bagian putih yang tersentuh maupun tak tersentuh yang wajib disyukuri walau tumbuh di tengah kehidupan tandus, absurd, dan paradoks. [...]

  9. aaronelyazar Berkata:

    Jo kayaknya bakat jadi pelawak deh… ^^

  10. Satria Baja Hitam Berkata:

    Salam kenal ^_^

    best regards,
    Kamen Rider

Tinggalkan Balasan