Zordon, kostum baru saya pas bagian selangkangan,….. kekecilan.
Ugh,…. *sakit kejepit*
Zordon, kostum baru saya pas bagian selangkangan,….. kekecilan.
Ugh,…. *sakit kejepit*
bukan !! bukan karena kepala ranger hitam keseleo,
tapi ranger hitam sedang meratapi kesedihannya sindiri, mnangisi diri sendiri hanya untuk merasakan chemistry dalam diri. ranger hitam bukan mati melainkan mengurung diri untuk menemukan jati diri dalam dunianya sendiri….
di dalam dunianya, ranger hitam melihat pahit, manis, asam, asin *jadi nano2* yang bercampur dalam ingatan masalalunya, mencoba mengembangkan itu semua, mencernanya lewat pengetahuan, dan menjadikannya karya yang menggambarkan dirinya dalam alunan simponi dari dalam hati.
namun apa daya, sang ranger tidak mampu menepis sayatan demi sayatan saat memori lalu datang kembali, memaksanya menjilati kembali tragedi …. Kini sang ranger benar2 ada dalam hitam dunianya, berada jauh sehinga terlalu lelah untuk mencoba bangkit kembali….
kepahitan derita terlalu membebani, dan datang pada waktu yang tidak tepat saat itu, traumatik jiwa melanda sehingga membuat bekas luka yang rawan terbuka kembali… seperti saat ini, dimana seharusnya sebuah karya datang namun luka itu menjadikannya kesedihan tanpa hasil, menjadikannya tangisan tanpa akhir
ranger hitam menunduk, terduduk dan trus membasuh mata yang tak membendung air mata. Tak ingin dia bercerita, namun ia coba tuangkan dalam media maya menjadi tulisan tak beguna yang sedikit menenangkan hati sang ranger hitam yang mencoba tegar sendirian…. menahan pahit dunia dengan bertopeng semu…
“hidup adalah penderitaan” kata budha
terlalu pahit jika harus mengakuinya, dan menjalaninya sendiri… tapi itulah kenyataan, ranger hitam melihat dunia yang penuh egoisme, membuat dirinya larut pula dalam egoisme. pemikiran tentang orang lain tidak dia utamakannya lagi, hanya sebuah cara untuk menang yang ia utamakan. entah berapa lama ini akan berlanjut, ataukah sampai ranger hitam mendarah dagingkan semua itu hingga trus larut dalam dunianya sendiri dan perlahan menjadi autis…?
atau kah teori putih akan memudarkan hitam itu nyata? dan cahaya baru akan membuat senyuman tulus terpancar dari wajahnya? namun manusia dengan segala egoismenya telah membutakan ranger hitam akan arti putihnya sebuah kepedulian.
yang ia lihat saat ini, di dalam kaca hatinya hanyalah senyumah bualan penutup luka…. dan dunia sempit tanpa manusia, mencoba ramai di luar namun hilang didalam
*Artinya: Yellow Ranger a.k.a. Ranger Kuning*
HENSHIN!!!
CRIIING!!
…dan saya pun berubah menjadi sosok ranger kuning. Ya, ranger kuning paling nggak jelas di antara ranger yang ada. Ranger yang pecicilan. Ranger yang ceroboh. Tidak heran tingkah lakunya membuat anggota lain kewalahan dengan tingkah-tingkahnya. Melawan musuh rasanya tidak becus, namun itulah ranger kuning, tetap berusaha menumpas kejahatan. Pantang menyerah di sela keluhannya. Hmm.. aneh, tapi itulah ranger kuning. Sangat tidak jelas.
Ranger Kuning selalu datang terlambat berkumpul di markas. Bahkan terkadang ia tak bisa diganggu gugat ketika sibuk dengan kehidupan lainya, sosok sebagai sebuah identitas yang lain. Ya, sibuk, dan ranger lain hanya bisa geleng-geleng kepala melihatnya sibuk dengan dunianya itu. Sekali tak bisa diganggu, tak akan bisa, namun sekali-kali ia nimbrung dalam rapat ranger dengan tawa. Ya, hanya tawa yang memecah keheningan, kemudian ia kembali lagi sibuk dengan dunianya.
Ranger Kuning hanyalah sebuah sosok. Topeng, status lain, yang kalangan tertentu saja yang tahu. Bahkan mungkin keluarga sendiri saja tak tahu. Hanya sosok satu lagi yang diketahui orang banyak: manusia biasa, tak terkenal, dan bisa menjalani kehidupannya dengan tenang. Itu sosok yang ranger kuning sukai, namun ia tetap menyukai pekerjaannya melindungi kota dari kejahatan dengan kemampuannya. Yang penting berusaha semampunya.
Betul, ‘kan?
Memang perkenalan yang singkat. Tapi setidaknya itulah garis besar kepribadian Ranger Kuning.
Ranger biru untuk sementara cuti dulu sebagai ranger…
Haiyah… Kenapa cuti? Sudah bosankah dengan tugas maha berat ini? Oh bukan! Sekali-kali tidak! Saya ialah saya yang bertanggung jawab terhadap tugas ini. Tapi dikarenakan ranger biru sedang ingin menghabiskan waktu berduaan dengan ranger merah, jadilah saya meminta ijin mengambil cuti selama beberapa hari kepada zordon. Gyahaha…
“Wahai para ranger lainnya, kutitipkan sementara waktu tugas-tugas ke-ranger-an ini. Ingin rasanya kuberjuang bersama kalian. Tapi apa daya, situasi dan kondisi sedang tidak memungkinkan…”
Begitu salah satu bunyi penggalan surat yang kutinggalkan di markas sebelum ku berangkat menuju lokasi yang dijanjikan sebelumnya dengan ranger merah.
Sang ranger biru dalam wujud manusianya pun masih memikirkan makna topeng yang kini sedang dikenakannnya. Sebuah topeng kehidupan yang kelak pasti kan dilepasnya tuk menunjukkan siapa diri ini sebenarnya. Membongkar segala kedok kepalsuannya…
Berjalan dengan sedikit kegalauan di bawah naungan lembayung senja, hingga akhirnya sampailah aku pada sebuah kedai peristirahatan. Sluurrpp, aku menyeruput secangkir kopi ginseng untuk menghangatkan tubuh setelah sebelumnya lelah menjalankan tugas-tugas berat memberantas kejahatan di tengah kota.
Samar-samar, siluet seseorang yang terpancar sore itu berlari tanpa arah. Ahh… Ternyata salah seorang warga Angel Grove yang panik berteriak meminta pertolongan kepada setiap orang mengenai kejahatan yang sedang terjadi. Saya pun mengendap dibalik kerumunan panik banyak orang dan mengeluarkan morphin power saya. Triceratops! Sang ranger biru siap beraksi sementara kawan ranger lainnya sedang dalam perjalanan.