Bayangan Itu Bernama Topeng…

By adit-nya niez

Yak, saatnya berubah!

Eh, spell nya apa sih?? Hmm… Morph?? Henshin?? Aargghh… Bodo’ amet! Yg penting, “Triceratops”. Dan saya pun secara seketika langsung berubah wujud, memenuhi tugas yang diberikan zordon.

Perkenalkan, ranger biru disini! Kalau di dunia nyata, bisa dibilang ranger biru-nya ranger merah. Gyahahaha… OK cukup! Sebagai ranger yang diberi kekuatan khusus oleh zordon lewat koin morph nya, tentu saja kami dibekali dengan berbagai senjata, zord, dan juga kostum. Ya… Kostum, sebuah aksesori yang tampaknya tidak begitu disukai oleh si ranger hijau. Dan ada satu lagi yang tidak boleh terlewatkan, topeng!

Dalam aksinya, topeng ranger digunakan untuk menutupi wajah sebagai identitas diri para ranger. Dan dalam beberapa kasus, “topeng” juga memberikan sedikit kekuatan tambahan untuk menghadapi kesulitan hidup ini. Sama kasusnya dengan topeng si ranger biru yang katanya dengan topeng itu saya bertindak sebagai “the smart one”, maka “topeng diri” juga dapat melakukannya!

Dengan “topeng” yang dibentuk ini, seseorang dapat terlihat berbeda dibanding wajah asli dibalik “topeng” itu. Tapi, dengan “topeng” ini juga, seseorang juga dapat bernilai positif maupun negatif di mata yang melihatnya. Tergantung “topeng” apa yang dikenakannya.

Namun kenyataannya, seringkali “topeng” ini dijadikan benteng pertahanan diri. Mencoba tuk menata jalan yang mungkin sebelumnya tak terbentuk. Tapi coba pikirkan! Adakah kejujuran dan kesederhanaan dibalik “topeng” itu? Biar bagaimanapun juga “topeng” bukanlah diri yang sebenarnya. Topeng hanyalah sebuah imagi yang digambarkan sendiri oleh pemakainya. Topeng hanyalah sebuah kepura-puraan yang pada akhirnya justru akan merumitkan diri sendiri. Topeng hanyalah sebuah pementasan drama hidup yang setiap saat dapat diganti-ganti. Ya… Diri ini bukanlah topeng!

Setiap diri ini pasti sudah mengenal “topeng” masing-masing sejak lama. Ketika itu sang diri mulai mencoba mengenakan topeng, dan mulai menikmati lingkungan “bertopeng”. Terkadang dilepasnya topeng itu karena jenuh, namun sesaat kemudian ia pakailah lagi topeng itu. Hmm… Terkadang hidup memang memerlukan topeng.

Seolah-olah diri ini ingin berucap, “Hai! Aku orang yang pintar, tampan, dan sebagainya…”

Dan dengan ucapan tersebut diri ini mulai sibuk tuk membangun topeng, sebuah sosok yang sebenarnya semu. Ah… Tidak terasa rupanya, kesibukan membangun topeng itu malah akhirnya menjajah diri sendiri! Semakin mencoba tuk membangun topeng, semakin mencoba tuk membangun fragmen-fragmen sang topeng, semakin diri ini menemukan sebuah meta persepsi yang semakin membuat diri asli ini kehilangan arah, kehilangan identitas, dan bahkan merasa sang topeng lebih unggul segalanya. Dengan kata lain, hidup ini ialah apa yang sang topeng perbuat. Ya… Sang topeng pun mengambil alih diri!

Adapula diri lain yang sibuk membangun kepercayaan diri, sibuk memperbaiki diri, dan sibuk menghias diri. Maka dia pun merasa tidaklah membutuhkan sebuah topeng sebagai benteng diri. Karena dengan dirinya sudahlah cukup ia merasakan pahit-manisnya kehidupan. Walau terkadang ingin rasanya digunakannya sebuah topeng, namun semakin dikenakannya semakin pula menjerit batinnya.

Lalu bagaimana dengan topeng ku ini? Akankah seharusnya kulepas dengan konsekuensi jati diri sebagai seorang ranger biru diketahui khalayak umum? Bagaimana juga dengan ranger-ranger yang lain? Apakah bersedia menjalankan tugasnya tanpa mengenakan topeng ini? Ahh… Saya masih belum tahu. Tapi bagi saya sendiri topeng ini menyembunyikan lekuk senyum wajahku. Wajah penuh semburat kebahagiaan dan kesenangan. Ya, karena senyum ialah sebuah lengkungan yang dapat merubah segalanya…

>> to be continued

21 Tanggapan ke “Bayangan Itu Bernama Topeng…”

  1. Payjo Berkata:

    as usual, the smart one.

    Dalam konteks ranger, topeng memang perlu dan mutlak dipakai. Saya sendiri juga tidak keberatan ketampanan saya terhalang topeng.

    Dalam tata cara berkehidupan sosial di Endonesa, percayalah kalo topeng itu perlu. Pernah membayangkan si diri tidak mempunyai oposisi seoarng topeng? apa yang dirasakan terekspresikan di wajah. Mungkin topeng membuat kita seperti seorang munafik, munculnya budaya pengecut karena hanya berani misuh2 di belakang di depan orangnya nggak berani.
    Efeknya bgaus kan buat lingkungan, paling menambah dosa doang buat diri sendiri.

    Tapi dengan begitu,”ketentraman” dan “kedamaian” bakal ada, walo sebatas topeng. Lha mau menciptakan sesungguh-sungguhnya tentram dan damai, ngimpi??? :mrgreen:

    jaaaah, Ranger OOT gpp kan? :mrgreen:

  2. dhez Berkata:

    aduh, AOI RENJAA terlalu pinter nih.. wekekeke..

    hm stuju, stiap orang pasti punya topeng.. dan sdikit sekali yang tidak mempunyai topeng. Penutup ini diperlukan sewaktu-waktu..
    Topeng mungkin tak membawa kita pada suatu kejujuran, namun entah kenapa manusia lebih menyukai topeng daripada sifat jujur..

    *aduh jadi gak ngerti tulisan sayah ndiri..huhu*

  3. adit-nya niez Berkata:

    @payjo:
    Ya ya… Seperti di paragraf 6, memang terkadang perlu untuk menggunakan topeng. Tapi dilihat intensitasnya, jangan sampai terlalu sibuk membangun topeng buwat menarik simpati di pemilu 2009.

    Lha, endonesa bukannya republik mimpi??? Yg pemimpinnya cuma bisa ngimpi, yg rakyatnya cuma bisa mimpiin pemimpin yang adil?? Wahaha… Just kidding! :lol:

    OOT boleh, asal jangan terlalu mengagung-agungkan ketampanan saja… :mrgreen:

    @dhez:
    Ahh… Lagi kesurupan aja ini… :lol:

    Lebih suka topeng daripada kejujuran?? Hmm… Kurang bisa menerima kah??

    Tanya kenapa?? :mrgreen:

  4. dhez-si-ranger-kuning Berkata:

    tanya kenapa.. kenapa ya? *siyul2* capek lah pake topeng dan tertipu dengan topeng orang lain.. heheh :mrgreen: tapi topeng itu ntah knapa kok lebih menyenangkan.. manusia memang aneh :lol:

    Begitulah ranger biru.. lagipula ranger memang harus terbiasa dengan TOPENG.. hahahks

  5. adit-nya niez Berkata:

    @dhez:

    *serius mode on*
    Jawabna mungkin karena yang menjadi fokus perhatian manusia ialah “wajah”. Dan topeng terletak pada “wajah” seseorang…

    Andai misalkan yang menjadi fokus perhatian manusia ialah pada “bagian lain”, akankah topeng menjadi berguna??? :roll:
    *serius mode off*

    Ya ya… Ranger memang masih harus mengenakan topeng. Mungkin lain kali bisa minta ke zordon biar topeng ranger didesain sedemikian rupa agar transparan. Kan keren tuh kalo lagi berantem bisa diliatin sama yg lain… :lol:

  6. Siluet Diri… | praditya.dot.net Berkata:

    [...] halnya dengan diri yang terkadang memiliki topeng, diri ini mungkin juga memiliki “siluet”. Hidup memang penuh dengan segala [...]

  7. niez-nya adit Berkata:

    *Ranger Merah mode ON*

    singkat saja komentar saya.
    saya membutuhkan topeng ketika saya sedang bertempur melawan musuh. karena sesuai dengan fungsinya, topeng itu menutupi jati diri saya sebenarnya. biarlah saya menegakkan kebenaran tanpa harus orang lain tahu sebenarnya siyapa saya…

    bayangkan saja jika ketika saya sedang menegakkan kebenaran, memberantas para monster, tiba-tiba fans saya berkumpul di sekitar medan pertempuran hanya untuk menyaksikan kecantikan saya ketika saya tidak bertopeng. belum lagi jika tiba-tiba senjata musuh mengenai dan melukai wajah saya. uuuuuhhh, saya kan udah facial !!

    *Ranger Merah mode OFF*

  8. niez-nya adit Berkata:

    ternyata komentar saya ga jadi singkat… :lol:

  9. adit-nya niez Berkata:

    @niez-ku:
    Hmm… Klo niez emang butuh pake topeng biar efek facialnya awet yah… :mrgreen:

  10. aaronelyazar Berkata:

    *KARAOKE MODE ON* :mrgreen:

    Tapi buka dulu topengmu…
    Buka dulu topengmu…
    Biar kulihat wajahmu…
    Kan kulihat wajahmu…

    *GUBRAAKK!!! PRANGG!!! KAIIING!!! MEOOONGG!!!*

    *ditendang dan dikurung oleh keenam ranger didalam toilet* -_-’

  11. adit-nya niez Berkata:

    @aaronelyazar:
    Ini di atas dedengkotnya Rita Repulsa!!!

    Hajar abis2an…!!!

  12. Totok Sugianto Berkata:

    oh ini toh yang dimaksud siluet diri itu… hehehe..

  13. adit-nya niez Berkata:

    @Totok:
    Iya mas… :mrgreen:

  14. Kyu Berkata:

    hoho sya selalu telat nih *minta di omelin*

    tpeng yah??

    menurut gw, topeng itu “perlu”, bukan untuk suatu kemunfikan, kadang topeng garus di pakai karena tidak mungkin menunjukan raut sedih di saat yang membahagiakan semua orang,

    sebagai ranger hitam saya pilih topeng hitam kuda tersenyum sebagai topeng andalan melawan monster… :D

  15. Semoga… « …we are Rangers… Berkata:

    [...] …we are Rangers… Just another WordPress.com weblog « Bayangan Itu Bernama Topeng… [...]

  16. Satria Baja Hitam Berkata:

    satria baja hitam perlu topeng ga ya? hemm… cukup motor belalang tempur aja deh :D

  17. Satria Baja Hitam Berkata:

    eh perlu deh… *jegat tukang topeng keliling*

  18. 黄色い (きいろい) レーンジャー — Kiiroi Renjaa « …we are Rangers… Berkata:

    [...] Kuning hanyalah sebuah sosok. Topeng, status lain, yang kalangan tertentu saja yang tahu. Bahkan mungkin keluarga sendiri saja tak tahu. [...]

  19. yourenzi Berkata:

    tapi buka dulu topeng mu….

    pake topeng ga takut ke panasan ??

  20. niez-nya adit Berkata:

    Lepas aja topengnya !!

  21. adit-nya niez Berkata:

    @niez-ku:

    Iya, niez… :)

Tinggalkan Balasan