Sang ranger biru dalam wujud manusianya pun masih memikirkan makna topeng yang kini sedang dikenakannnya. Sebuah topeng kehidupan yang kelak pasti kan dilepasnya tuk menunjukkan siapa diri ini sebenarnya. Membongkar segala kedok kepalsuannya…
Berjalan dengan sedikit kegalauan di bawah naungan lembayung senja, hingga akhirnya sampailah aku pada sebuah kedai peristirahatan. Sluurrpp, aku menyeruput secangkir kopi ginseng untuk menghangatkan tubuh setelah sebelumnya lelah menjalankan tugas-tugas berat memberantas kejahatan di tengah kota.
Samar-samar, siluet seseorang yang terpancar sore itu berlari tanpa arah. Ahh… Ternyata salah seorang warga Angel Grove yang panik berteriak meminta pertolongan kepada setiap orang mengenai kejahatan yang sedang terjadi. Saya pun mengendap dibalik kerumunan panik banyak orang dan mengeluarkan morphin power saya. Triceratops! Sang ranger biru siap beraksi sementara kawan ranger lainnya sedang dalam perjalanan.
Tapi, saya kecele…
Ternyata sudah sangat banyak super hero lain yang bersatu padu menumpas kejahatan dan kemungkaran yang terjadi di kota ini dengan menggunakan kemampuan khusus masing-masing. Indah sekali rasanya melihat mereka semua mengeluarkan spell-spell, rapalan, jurus sakti, dan senjata-senjata canggihnya untuk kepentingan bersama. Hubungan perkawanan dan persatuan yang erat semakin membuat ranger biru ini terpaku diam seribu bahasa menatap aksi-aksi mereka.
Ahh… Persahabatan memang tak ternilai. Ranger biru ini yang kesehariannya hanya menekuni alat-alat navigasi bersama Alpha 5 di markas ranger pun kembali menekuni sebuah pelajaran hidup.
Sang ranger biru pun kembali ke wujud aslinya dan melanjutkan perjalanan gontai. Hingga tibalah dia di sebuah gedung yang memiliki atap berwarna hijau nan unik. Ahh… Teringat kalau gedung tersebut merupakan gedung tempat biasa para “wakil rakyat” Angel Grove bekerja. Dilihatnya orang-orang yang duduk di sebuah ruang sidang sembari asyik memainkan HP nya sementara yang lainnya sibuk berdiskusi permasalahan rakyat. Terlihat pula beberapa orang yang tertidur pulas yang dengan tidur itu pun tunjangan tetap mengalir deras ke dompet.
Eh, kaget saya dibuat mereka! Sidang menemui jalan buntu, adu jotos dan misuh-misuh pun dijadikan jalan keluar. Ingin rasanya memberantasnya. Tapi apa daya, kekuatan ranger saya sudah habis untuk menumpas beragam kejahatan yang terjadi hari ini.
Saya pun pergi meninggalkan tempat itu, melanjutkan perjalanan melelahkan. Tiba-tiba seorang kakek dengan keterbatasan fisiknya menarik perhatianku. Dengan jalannya yang sudah agak gontai, sang kakek mengumpulkan dan menyingkirkan duri dan batuan di tengah jalan, berharap para pengguna jalan akan mendapat kenyamanan. Aah… Hebat! Tidak hanya itu, anak-anak kecil di sekitarnya pun berlarian untuk membantu sang kakek.
Lagi-lagi… Sebuah kesatuan yang solid! Sang kakek dengan keterbatasan fisiknya tidak menghalanginya untuk memiliki dan mewujudkan visi yang jelas. Begitu pula dengan semangat yang ditunjukkan anak-anak mudanya. Hmm… Jadi teringat sekumpulan “wakil rakyat” yang memiliki fisik bagus namun tak memiliki visi yang jelas.
Si ranger biru ini cuma berharap agar dapat seperti sang kakek dan anak-anak jalanan itu. Berharap dengan semua orang dan para ranger agar dapat saling solid, kuat, berbakti, rajin menabung, baik hati, mawaddah wa rahmah.
>> to be continued
Maret 2, 2008 pukul 8:12 pm
*Ranger Merah mode ON*
wah, terimakasie ranger biru-ku. berkat senjata2 handal buatanmu, rangers berhasil menumpas kebathilan.
kecup sayang dariku,
Ranger Merah
*Ranger Merah mode OFF*
saya tersadar akan perpaduan 2 warna (biru-merah) pada 3 kata terakhir. hmm…amin.
Maret 2, 2008 pukul 8:21 pm
@niez-ku:
Jangan disini kecupnya niez… Malu sama ranger yg lain…
Di ruma aja…
amiin…
Maret 3, 2008 pukul 2:08 am
Weeh.. kreatif…:)
Maret 3, 2008 pukul 8:35 am
@Abdurahman:
Ah, hanya sekedar iseng…
Maret 4, 2008 pukul 8:09 pm
haduh… ada yang mau ngecup ranger hitam juga ga???
ranger biru!! kalo ribut ngajak2!!!
Maret 4, 2008 pukul 8:23 pm
@Kyu:
Tuh minta sama ranger kuning…
Maret 5, 2008 pukul 1:53 pm
Mari kita berantas yang namanya kebeneran dan kejahatan (bukan kebenaran)